BengkelSains journal crews affiliates freebies
informasi blog
I Support Privacy Protection

tanggal lahir: maret/01/08
umur: 1+

tampilan: science box
update terakhir: agustus/04/09

pembaca (dan terus bertambah!)
sedang online


disclaimer
selamat datang di bengkel sains blog. di sini kamu bisa membaca info, kegiatan, dan perkembangan terbaru dari bengkel sains. bagi siswa-siswi, penggemar, fans bengkel sains yang hendak menyampaikan usulan, keluhan, protes, maupun surat, puisi, dan pernyataan cinta, dapat mengisi buku tamu di: page Facebooknya BS

COPYCATS, rippers & spammers are not welcome here!



blog ini dapat dilihat paling baik dengan dan


webmistress
farica

post terbaru
Berbagai Jenis Mata
Lomba Science SMUK 2 BPK
Our Come True Dream
Semester genap 2008/2009
Hasil pembelajaran: semester ganjil 2008/2009
Eksibisi Sains di Ulang Tahun Bryant
Expo @ BPK 2 Penabur Bandung
Buku eksperimen sains
Tahun ajaran 2008/2009
Bengkel Sains


wishlist
Satelit pribadi
Bom
Card reader
Pergi ke luar angkasa
Ikut forum sains internasional
BS Science Center
Akselerator muon & elektron
Tenaga dalam
Nakama (kru) lebih banyak
Main api tanpa terbakar
Kekuatan magis lebih besar
Main bareng anak2 BS
Pin BS
Robot
Kekuatan alchemist
Membongkar PS3


plugboard
-coming soon-

jukebox


rewind



22 Mei 2009
Berbagai Jenis Mata @ 4:37 AM

Oleh: Farica E. Yosafat

Dari percobaan BEDAH MATA yang lalu, kita sudah mengetahui cara kerja dan bagian-bagian dari mata. Tetapi tidak seperti manusia, beberapa hewan seperti kucing, anjing, harimau, burung hantu, dan sapi memiliki lapisan keperakan seperti cermin yang disebut sebagai tapetum. Tapetum dapat memantulkan kembali cahaya yang datang pada dirinya ke retina sehingga binatang-binatang tersebut tetap dapat melihat dengan jelas meskipun dalam kegelapan.

Mata dengan tapetum

Manusia dan kebanyakan binatang hanya dapat melihat cahaya tampak (spektrum merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Cahaya yang panjang panjang gelombangnya lebih kecil dari cahaya tampak habis diserap mata sebelum sampai ke retina, sedangkan cahaya yang panjang gelombangnya lebih besar, energinya terlalu kecil untuk mengaktifkan sel kerucut dan sel batang yang ada di retina.

Tetapi beberapa binatang seperti ular juga dapat “melihat” panas tubuh binatang-binatang lain. Gelombang inframerah yang dikeluarkan oleh tubuh yang panas masuk ke dalam “mata ketiga” yang berbentuk seperti lubang. “Mata ketiga” ini biasanya berada di sekitar mulut atau mata sesungguhnya. Ia memiliki membran yang disebut thermosensitive membran yang sangat peka terhadap gelombang inframerah. Rongga udara yang berada di belakang membran ini berfungsi sebagai isolator panas untuk mencegah panas keluar dari lubang.

Mata yang dapat “melihat” panas : 1. Thermosensitive membran 2. Rongga udara 3. Gelombang inframerah yang masuk


Selain mata tunggal, ada juga mata jenis lainnya yang disebut sebagai mata majemuk seperti yang dimiliki oleh serangga (belalang sembah, lalat, dan sebagainya). Mata majemuk terdiri dari ribuan mata kecil yang disebut sebagai ommatida. Tiap ommatidia berdiri sendiri dan dapat melihat ke segala arah tanpa terpengaruh ommatidia lainnya.

Serangga memiliki mata majemuk yang terdiri dari ribuan ommatidia


Terdapat 2 macam mata majemuk: mata majemuk aposisi dan mata majemuk superposisi. Tiap ommatidia pada mata majemuk aposisi menyampaikan informasi ke otak apa yang ia lihat. Kemudian, otak akan menggabungkan informasi-informasi ini menjadi satu. Sedangkan mata majemuk superposisi hanya menghasilkan satu bayangan utuh di retina, sama seperti mata manusia.

Mata majemuk superposisi pada kebanyakan serangga mengandalkan prinsip pembiasan cahaya, sedangkan mata majemuk pada sebagian bangsa udang menggunakan prinsip pemantulan cahaya. Mata jenis terakhir ini memiliki lapisan yang mengkilap, seperti cermin untuk memantulkan cahaya yang datang ke retina.

Mata majemuk superposisi: a. dengan prinsip pembiasan,


b. dengan prinsip pemantulan cahaya



©copyrighted Bengkel Sains 2008

20 April 2009
Lomba Science SMUK 2 BPK @ 2:38 PM

oleh: Natalia
editor: Farica

Dalam rangka diadakannya pentas seni SMUK 2 BPK Penabur, seluruh ekstrakulikuler yang ada diminta untuk berperan serta. Pentas seni ini jatuh pada tanggal 13 dan 14 Febuary 2009.

Bengkel Sains sebagai salah satu ekstrakulikuler mengadakan Lomba Science yang diikuti oleh kelas X dan XI. Total pesertanya berjumlah 13 kelompok: 7 kelompok dari kelas X dan 6 kelompok dari kelas XI. Tiap kelompok terdiri dari 3 orang sebagai perwakilan dari kelasnya masing-masing.

Lomba Science tersebut dibagi kedalam 2 babak, babak penyisihan dan babak final. Babak penyisihan diadakan dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 60 soal logika. Babak ini diadakan pada tanggal 13 Februari pada pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Babak penyisihan dimulai sedikit terlambat karena para peserta harus mengisi absen di kelas masing-masing yang tidak dapat diwakilkan. Tetapi secara keseluruhan, babak penyisihan berlangsung dengan baik.

Keseriusan peserta dalam mengerjakan soal penyisihan

Dari babak penyisihan terpilih 5 tim untuk mengikuti babak final yang diadakan bertepatan dengan hari kasih sayang, 14 Febuari 2009. Babak final dibagi ke dalam 3 sesi, sesi Galileo, sesi cepat tepat, dan penyelesaian puzzle. Di sesi Galileo, ditampilkan 5 percobaan yang dibawakan oleh 2 orang MC yang merupakan murid ekstrakulikuler Bengkel Sains. Untuk sesi cepat tepat terdapat 15 pertanyaan dimana kelima tim bersaing untuk menjawabnya. Pada sesi puzzle diberikan waktu seperempat jam untuk tiap tim menyelesaikan puzzle yang diberikan. Ada hal yang cukup mengejutkan pada sesi ini, karena tim pertama yang berhasil menyelesaikan puzzle tersebut adalah tim dari kelas X.

MC sedang membacakan soal peragaan untuk Galileo

Secara keseluruhan, lomba sains berlangsung dengan baik. Tiga tim pemenang dalam lomba sains kali ini adalah kelas XI-A sebagai juara 1, kelas XI-B sebagai juara 2 dan kelas X-B sebagai juara 3.



©copyrighted Bengkel Sains 2008

07 April 2009
Our Come True Dream @ 2:46 PM

oleh: Natalia
editor: Farica

~ Tulisan ini saya dedicated kan untuk patner sekaligus sahabat saya. Sungguh tidak terasa teman, semua seakan merayap dan perlahan-lahan berubah menjadi nyata. Ide itu bertahap tetapi pasti telah terealisasi dan sekarang bayi mungil kita akan memasuki tahun pertamanya. ~


Bayi kita yang bernama Bengkel Sains sebentar lagi akan berulang tahun yang pertama. Untuk itu, rasanya telah cukup pantas saya mendokumentasikan sejarah dan cerita-cerita bagaimana kita menemukannya.

Bengkel Sains, sebuah nama yang cukup eksentrik! Seolah terlihat seperti mencoba menggabungkan dua kata yang sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tanpa bermaksud memuji diri sendiri, kebetulan memang sayalah orang yang mengusulkan untuk menggunakan nama Bengkel Sains tersebut. Saya merasa bahwa hanya karena kedua kata itulah kata yang paling tepat untuk mewakili apa ingin kami bentuk.

Masih segar dalam ingatan, ketika pertama kali ide itu terlintas di kepala saya. Saya sedang makan siang sambil berdiskusi seperti biasa dengan Farica dan Jane yang lebih senang dipanggil Menyot. Tak ada yang berbeda di hari itu. Semuanya sama, tempat kami berkumpul pun masih tetap di Sentra Atas. Ketika itu kami bertiga masih mencari dan menimbang-nimbang nama yang paling cocok untuk bayi kami ini. Lalu tiba-tiba saja ide itu menyelusup masuk ketika saya melihat salah satu banner iklan di tempat itu.

Mengapa "bengkel"? Karena di bengkel biasanya kita akan memperbaiki barang-barang yang rusak. Mengamati, melakukan penyelidikan kecil, membongkarnya, serta melakukan beberapa percobaan sampai benda itu benar-benar berfungsi kembali. Itulah hal-hal yang persis akan kita lakukan di Bengkel Sains ini. Mungkin biasa kami singkat dengan kata "ngoprek!"

Adapun tujuan kami di BS adalah untuk membuka mata dunia bahwa tidak selamanya yang disebut sains adalah sesuatu yang mengerikan. Tidak selamanya sains hanya berupa rumus tok melulu. Tidak selamanya anak-anak yang mencintai sains harus disebut makhluk aneh dan selalu mendapat sebutan atau embel-embel kutu buku. NO besar untuk semua itu. Semua pikiran-pikiran seperti itu yang ingin coba kami permak dan perbaiki di bengkel kecil kami ini. Kami ingin mempopulerkan Fun Science.

"Semoga science bisa dicintai dan digilai oleh semua orang di dunia!" Itu yang selalu ingin kami teriakkan. Terdengar klise dan sangat muluk-muluk memang. Tapi semua berawal dari mimpi bukan? Berlatar belakang dari jurusan dan kampus yang sama, saya Natalia, Farica, Ivan dan Jane mulai mencoba menyusun kepingan-kepingan idealisme kami menjadi sebuah impian yang sekarang terwujud dalam nama Bengkel Sains.

Di UNPAR, jurusan Fisika lebih tepatnya, di sana kami berempat bertemu. "Adakah jurusan Fisika di UNPAR?", "Fisika? Apakah tidak salah?", "Wahh.. kamu pasti pintar!" Itu adalah respon sebagian besar orang-orang begitu mengetahui latar belakang kami.

Tetapi kami, fisikawan dan fisikawati, apakah kami sepintar label yang dikenakan semua orang pada kami? Kami berkumpul di sini dari berbagai alasan dan kepentingan. Ada yang memang dengan segala keinginan memang memilih Fisika (Farica dan Ivan), ada yang karena mimpi mengerikan dan akhirnya membatalkan masuk kedokteran (Jane), ada juga yang karena teriming-imingi oleh guru BPnya (saya). Tapi yang pasti, dari manapun awalnya, sekarang kami punya satu tujuan yang sama. Membuat science dicintai dan digemari semua anak di dunia. Mungkin untuk permulaan kami akan menapak dulu di Kota Kembang ini, kota yang sudah mempertemukan kami.

Kami berharap setelah masuk di bengkel mungil ini, kita bisa berkata bersama-sama dengan suara lantang:
"Science can be that fun!"



©copyrighted Bengkel Sains 2008